logoblog

Cari

Tutup Iklan

Mangunsidi, Sang Inovator Baru

Mangunsidi, Sang Inovator Baru

Diam-diam Ubi Berisi. Mungkin pepatah ini tepat buat Mangunsidi. Lelaki pendiam, tenang dan low profile ini memiliki multi potensi. Dalam diamnya

Inovasi Desa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
09 Mei, 2017 05:50:09
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 8218 Kali

Diam-diam Ubi Berisi. Mungkin pepatah ini tepat buat Mangunsidi. Lelaki pendiam, tenang dan low profile ini memiliki multi potensi. Dalam diamnya itu, apa potensi lelaki 41 tahun ini? Berikut paparannya.

Perhelatan even Teknologi Tepat Guna (TTG) sudah resmi ditutup. Seluruh peserta harap-harap cemas. Mereka menunggu pengumuman pemenang hasil inovasi teknologi ciptaan mereka. Dari peserta 9 kabupaten/kota se NTB, rata-rata mereka menemukan tehnologi baru. Teknologi-teknologi baru ini turut dipamerkan dalam even TTG. Salah satunya adalah ciptaan Mangunsidi sendiri.

Lelaki kelahhiran Desa Telaga Waru kecamatan Labuapi ini tidak lagi diselimuti kecemasan. Tim juri telah memilihnya asebagai inovator baru. Temuannya berupa Gergaji Serbaguna. Gergaji ini sangat bermanfaat, terutama bagi industri kerajinan kayu. “Kebetulan saya tinggal di Labuapi, gergaji ini dimanfaatkan untuk kerajinan topeng dan kerajinan berbahan kayu lainnya,” ungkap Mangunsidi pada sebuah percakapan.

Juri mengumumkan pemenang dari berbagai kategori. Dari kategori Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek), kabupaten Lombok Barat keluar sebagai pemenang pertama. Tentu saja, Posyantek “Artisita” yang dikomandoi oleh Mangunsidi sendiri. Maka lengkaplah sudah, dari menciptakan, advertensi hingga mengkomersialkan. Gergaji Serbaguna dibutuhkan untuk pembangunan UKM berkelanjutan.

Mangunsidi mengakui, ide awal tercetusnya inovasi gergaji serbaguna ini bermula dari lingkungannya. Masyarakat Labuapi memang mayoritas pengusaha UKM khususnya kerajinan kayu. Maka tercetuslah ide untuk menciptakan gergaji serbaguna ini. Sebelum adanya gergaji ini, perajin-perajin Labuapi mengeluh, karena minimnya vomule produk. Namun setelah mesin ini ada, para perajin dapat meningkatkan volume produknya terutama produk topeng, cukli, hiasan dinding dan pernak-pernik dari bahan kayu.

Gergaji serbaguna ini memang sudah ditemukan tahun 2008 silam. Dan alat ini muncul ketika Mangunsidi mempopulerkannya melalui kompetisi pemuda pelopor. Saat itulah dia terpilih sebagai juara satu pemuda pelopor tingkat provinsi NTB.

Saat itulah, mesin temuannya ini terus dimodivikasi, terutama masalah ketebalan. Sebelumnya, jangkauan gergajinya mencapai ketebalan 3 Cm. Sekarang mencapai 7 Cm, bisa menembus kecepatan 1000 RPCM. “Itu yang kami modivikasi lagi supaya speednya lebih mencapai 1800 RPCM,” katanya bangga.

Bahan-bahan mesin ini tentu memerlukan besi dan kayu. Fungsinya adalah, untuk membuang pinggiran-pinggiran kayu yang tidak terpakai, membentuk bagian-bagian kayu seperti lengkungan, mengkeruk dan kebutuhan yang tersulit sekalipun. Dicontohkan, seperti kerajinan tokek, topeng, lumbung serta plakat berbahan kayu lainya.

Gergaji serbaguna ini sudah diproduksi belasan uinit. Di Sesele kecamatan Gunungsari, sudah menggunakannya sebagai pasilitas utama kerajinan. “Mereka memesan beberapa unit gergaji untuk kebutuhan produksi kerajinan kayu juga,” papar Mangunsidi.

 

Baca Juga :


Usut punya usut, ternyata Mangunsidi tidak hanya menemukan mesin gergaji serbaguna, tapi juga mesin pemotong singkong, mesin pengaduk tepung, mesin pemotong kerupuk kulit. Khusus untuk mesin pemotong singkong, kapasitasnya mencapai 3-5 kilogram per menit. Bahkan irit listrik, karena mesin yang digunakan berupa dinamo pompa air. “Dinas Perindag Lombok Barat dan Lombok Tengah, juga pernah memesan produk mesin pemotong singkong ini,” katanya seraya menceritakan, keluhan masyarakat terhadap mesin yang sama di toko, terlalu boros memerlukan daya listrik. “Bayangkan saja, 450 KWH untuk mesin pemotong singkong di toko tidak mampu,” kritiknya seraya mematok harga per-unit mesin pemotong singkongnya mencapai Rp.3 juta.

Lagi-lagi Mangunsidi menyampaikan keluhannya. Terutama bagi pengembangan Posyantek Artisita Labuapi. Sampai saat ini, sekretariatnya masih numpang. Sebelumnya, juga numpang di kantor camat Labuapi. Pihaknya berharap, pemerintah kabupaten Lombok Barat maupun provinsi NTB, masalah tempat sekretariatnya ini supaya mendapat perhatian dan penanganan yang pasti.

Dari sisi pembinaan, Mangunsidi mengaku memang sudah ada kontribusinya. Namun ketika kehadiranformilnya di Bappeda Lobar, memang pernah  dijanjikan untuk lahan sekretariatnya. “Tapi sampai saat ini belum juga ada realisasinya,” keluhnya. Namun dia memohon, jika ada lahan pemda supaya diberikan rekomendasi untuk digunakan sebagai sekretariatnya.

Berlangsungnya kegiatan TTG XV NTB di Lombok Barat ini, Mangunsidi mencatat, dari sekian kali TTG berlangsung, even TTG XV ini yang mengalami peningkatan. Dari sisi pelayanan khususnya tamu pengunjung dan stand, boleh dikatakan bagus. Namun untuk kegiatan yang sama tahun 2018 mendaang, rencananya akan digelar di kabupaten Dompu. Menghadapai TTG XVI 2018 ini, Mangunsidi sejak awal sudah mempersiapkan mesin pemotong kerupuk lembek. “Mungkin mesin ini yang kami bawa nantinya,” katanya.

Mesin  pemotong kerupuk lembek ini, memang sudah dikutsertakan di TTG sebelumnya di kabupaten Sumbawa. Tapi karena masih dalam proses, masih belum sempurna, mesin ini belum bisa dikomersialkan atau diperjualbelikan. “TTG di Dompu tahun depan, Insya Allah mesin ini yang kami bawa,” katanya optimis.Tidak hanya itu, sudah disiapkan inovari baru berupa mesin pengupas mete, mesin pemotong kerupuk kulit.

Dalam rangka menghadapi lomba Posyantek tingkat nasional, harapan Mangunsidi masih tetap fokus pada sekretariat. Karena apapun alasannya, sekretariat Posyantek merupakan salah satu bagian penilaian yang paling utama. [] - 05



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan