logoblog

Cari

Tutup Iklan

Laskar Baca Kekait, Komunitas Membangun Desa

Laskar Baca Kekait, Komunitas Membangun Desa

Komunitas Laskar Baca hanya punya satu prinsip; Disaat orang lain berbagi melalui materi, komunitas hanya mampu berbagi melalui inspirasi. Disaat orang

Inovasi Desa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
11 Oktober, 2017 13:23:30
Inovasi Desa
Komentar: 2
Dibaca: 8054 Kali

Komunitas Laskar Baca hanya punya satu prinsip; Disaat orang lain berbagi melalui materi, komunitas hanya mampu berbagi melalui inspirasi. Disaat orang berbagi dengan membangun gedung tinggi, komunitas hanya mampu membangun semangat, agar berani bermimpi menjadi orang sukses, karena komunitas Laskar Baca percaya, sukses itu bukan tentang siapa atau darimana dia berasal, melainkan tentang siapa yang berani bermimpi, berjuang untuk mewujudkan mimpinya.

Laskar Baca, sebuah komunitas yang beranggotakan pemuda-pemuda Desa Kekait Kecamatan Gunungsari. Membangun desa adalah visi misinya. Visi-misi itu cukup sederhana. Komunitas ini terbentuk pada tanggal 17 Mei 2015. Awalnya bernama Laskar Pelangi. Filosofi dari Laskar Pelangi sendiri yakni, kata ‘Laskar’ berarti Pejuang dan ‘Pelangi’ berarti perbedaan. Jika disatukan akan bermakna; para Pejuang yang memiliki perbedaan karakter, pola pikir, dan sudut pandang, kemudian menyatu menjadi sesuatu yang indah.

Melihat kondisi sosial masyarakat desa Kekait yang mayoritas berada pada level ekonomi menengah ke bawah, memaksa kaum perempuan melakukan peran ganda. Sebagai  ibu rumah tangga, mereka pekerja untuk membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Hal ini, berdampak pada kurangnya perhatian yang diberikan kepada anak-anaknya.

Bagi para ibu, pendidikan cukup menjadi tanggung jawab guru dan pihak sekolah,  kemudian mengabaikan hal-hal lain di luar sekolah seperti, jam bermain anak, dengan siapa anaknya bergaul dan pengalaman apa yang didapat anak di luar sekolah. Hal seperti ini, luput dari pantauan orang tua, sehingga tidak jarang ada anak yang pulang dengan menangis karena berkelahi dengan temannya. Ada anak yang belum bisa baca tulis, walaupun sudah kelas 3 SD, bahkan ada anak yang lupa pulang, karena terlanjur asik bermain game.

Kondisi ini, menjadi titik sasaran perhatian Komunitas. jika dibiarkan akan menjadi masalah di tengah-tengah masyarakat, dimana orang tua bersikap cuek dan apatis bagaimana perkembangan anaknya. Kebanyakan orang tua, hanya berpikir, bagaimana memenuhi kebutuhan materi tanpa mempertimbangkan kebutuhan moril, fisik, fsikis maupun mental anak. Padahal, masa kanak-kanak merupakan masa emas dalam pembentukan karakter untuk masa depannya. Anak-anak ibarat sebuah pohon, jika dari kecil dibiarkan bengkok, sampai besar akan bengkok. Namun jika dari kecil dirawat, diluruskan dan diberikan penyangga, maka pohon tersebut akan tumbuh menjadi pohon yang lurus, tegak dan kuat.

Permasalahan ini menjadi realita rill di tengah-tengah masyarakat desa Kekait. Sampai akhirnya seorang aktivis muda bernama M.Anshori (Mahasiswa unram jurusan sosiologi) dan Ustadz Qawarir (Ketum Laskar Baca), berinisiatif untuk mendirikan sebuah perpustakaan di lahan pribadinya. Semangat ini kemudian ditularkan kepada pemuda-pemuda desa lainnya. Saat itulah akhirnya terbentuk komunitas ini.

Komunitas ini memiliki bangunan semi permanen berupa berugak (saung) kecil yang berfungsi sebagai base camp, perpustakaan, sekretariat, sekaligus tempat belajar masyarakat. Base camp ini berlokasi di Dusun Kekait Taebah, Desa Kekait Kecamatan Gunungsari Lobar. Awalnya komunitas ini hanya bergerak dalam bidang sosial. Gotong-royong, yasinan, membantu acara hajatan dan kegiatan social, merupakan kegiatan dan agenda rutin.

Namun seiring perkembangan, komunitas ini mendapat perhatian lebih dari pemuda-pemuda luar dusun yang hingga saat ini, anggotanya telah mencapai lebih dari 60 orang. Mereka berasal dasri berbagai profesi, seperti dokter muda, perawat, guru, arsitek, mekanik, guide hingga mahasiswa aktif.

Kegiatan Laskar Baca, awalnya hanya berfokus pada bidang sosial, namun secara perlahan mampu merambah ke bidang pendidikan, kesehatan dan bidang ekonomi. Dalam bidang kesehatan, telah menggelar acara peringatan hari Hepatitis sedunia melalui pemeriksaan hepatitis dan pengecekan golongan darah. Acara tersebut mendapat apresiasi cukup baik dari masyarakat setempat. Melihat antusiasme masyarakat seperti itu, maka komunitas kembali menggelar acara pengobatan gratis dan donor darah dengan kapasitas yang lebih besar. Kegiatan ini mendapat respon baik. Bupati Lombok Barat (Lobar), H.Fauzan Khalid  bersedia hadir, bahkan turut melakukan donor darah.

Bidang pendidikan, keberadaan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat Desa Kekait, memberi dampak positif bagi anak-anak, karena dengan adanya perpustakaan ini, mereka menjadi lebih gemar membaca, memiliki semangat belajar yang lebih tinggi. Untuk menarikminat baca mereka, caranya sederhana, pengurus membuatkan ayunan, menghias perpustakaan, menyediakan buku cerita, buku gambar dan crayon, mengadakan lomba dan games, memberikan penghargaan bagi anak didik yang paling sering berkunjung, rajin membaca di perpustakaan.

Selain itu, untuk memaksimalkan kemampuan anak-anak yang belajar di perpustakaan ini, Laskar Baca memberikan pelajaran tambahan berupa bimbingan belajar (bimbel), baca tulis, bimbel bahasa inggris, matematika, pengembangan kreatifitas untuk mengasah kemampuan anak.

Untuk mencegah kebosanan, pengurus pun pernah mendatangkan Kak Wawan (sang raja dongeng) untuk menghibur anak-anak. Saat itu diberikan pelatihan bagi para anggota Laskar Baca agar menjadi pendongeng yang baik.

Untuk menjalin keakraban antar pengurus dan anak didik, Laskar Baca juga sering melakukan liburan ke pantai, berkemah, merayakan ultah anak-anak laskar, naik gunung dan kegiatan menyenangkan lainnya.

Di lain sisi, koleksi buku hasil sumbangan dari berbagai pihak. Di antaranya adalah, Sedekah Buku Indonesia (SBI), Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Lobar, Komunitas Alam Surabaya (CAWS), dan Pendaki Gunung Rinjani. Secara khusus, sumbangan buku dari para Pendaki Gunung Rinjani dari Jakarta, Bali, Solo, Jogja, Malang dan Malaysia melalui gerakan Satu Pendaki Satu Buku. “Teman-teman dari Perpustakaan Rumah Bintang-Bandung dan dari berbagai donatur lainnya juga membantu,” tutur Yazid, koordinator bidang pendidikan Komunitas Laskar Baca.

 

Baca Juga :


Dalam bidang Ekonomi, komunitas Laskar Baca, membentuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berupa usaha budi daya jamur dan kripik pisang. Kegiatan ini, bukan sekedar  mencari uang atau keuntungan anggota semata, melainkan memberikan pelajaran dan pengalaman bagi anak-anak didik tentang kewirausahaan. Harapannya, mereka bisa mempraktekkannya di kemudian hari.

Usaha pembuatan kripik pisang, tidak sekedar dinikmati hasilnya oleh pengurus, tapi  mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat, karena produk yang dihasilkan dipasarkan di warung-warung terdekat. Komunitas memberi kemudahan bagi para pedagang. Pedagang  yang mengambil produk Laskar Baca, diberikan harga yang lebih murah dari stok harga normal. Pembayaran pun dapat dilakukan setelah barang habis terjual. Selain itu, dalam penggunaan bahan baku utama (pisang), komunitas Laskar Baca membelinya langsung dari penduduk setempat.

Ide untuk membuat usaha kripik pisang, berawal dari keprihatinan anggota komunitas terhadap petani dan masyaraat Desa Kekait. Mereka memiliki potensi pisang cukup banyak, namun harga jualnya sangat rendah, bahkan tidak sebanding dengan upaya dan usaha yang dikeluarkan. Ini terjadi karena stok pisang yang meimpah, namun pembelinya sedikit, sehingga harga pisang menjadi sangat murah.

Untuk menaikkan harga pisang, alternatif yang dilakukan adalah mengolahnya menjadi keripik pisang. Melalui usaha pembuatan keripik pisang ini, sedikit demi sedikit, kondisi ekonomi masyarakat Desa Kekait menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Selain itu, keberhasilan usaha ekonomi kreatif  pun mampu memotivasi masyarakat. Mereka berwirausaha dan berkreasi untuk meningkatkan taraf hidup, sehingga kesejahteraannya mulai menampakkan hasil yang mencukupi.

Operasional Laskar Baca, berasal dari swadaya anggota. Namun pada saat mengadakan acara, komunitas mengajukan proposal ke berbagai pihak untuk mendapatkan dana. Salah satu sumbernya adalah pemerintah desa. Komunitas mendapatkan dukungan baik, karena bisa bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Melihat semangat komunitas yang demikian tinggi dalam membangun desa, maka pemerintah desa siap mengalokasikan dana untuk operasional kegiatan senilai Rp. 5 juta untuk tahun anggaran 2017. Namun Laskar Baca menolak, dengan pertimbangan, ingin menghapus kemungkinan munculnya kecemburuan sosial bagi kelompok-kelompok pemuda lain yang ada di desa. Oleh karena itu, dana tersebut ditrasfer Karang Taruna Desa Kekait untuk dikelola.

Ke depan diharapkan, komunitas ini akan terus berkembang, mampu memberi dampak positif bagi masyarakat Desa Kekait, kendati secara budget masih mengandalkan sistem swadaya.

Pada 9 Januari 2017 lalu, ditetapkan sebagai hari ulang tahun Laskar Baca yang pertama. Acara diawali dengan do’a bersama, kemudian dimeriahkan dengan suguhan drama dari anak-anak didik, pembacaan puisi lengkap dengan teatrikalnya, pemutaran video ucapan selamat ulang tahun dari temen-temen Rumah Bintang Bandung (RBB).

Pada malam acara tersebut, diikrarkan sebagai malam peresmian, digantinya nama Laskar Pelangi menjadi Laskar Baca. Sampai sekarang, Komunitas ini terus berinovasi, berkreasi dengan prinsif, Pemuda Membangun Desa. “Apa yang kami lakukan hanyalah sedikit dari apa yang bisa kami berikan untuk masyarakat di desa kami,” cerita Yazid.

Melalui petuahnya yang sarat saran dan advis, lelaki berkacamata ini menimpali. Disaat orang lain berbagi melalui materi, komunitas hanya mampu berbagi melalui inspirasi. Disaat orang berbagi dengan membangun gedung tinggi, komunitas hanya mampu membangun semangat agar mereka berani bermimpi menjadi orang sukses, karena komunitas Laskar Baca percaya, sukses itu bukan tentang siapa atau darimana dia berasal, melainkan tentang siapa yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan mimpinya. Silahkan berkunjung ke rumah kami, Laskar Baca! []



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. KM. Sopo Ate

    KM. Sopo Ate

    15 Oktober, 2017

    Mantaaap miq, tulisan yang sangan inspiratif.


    1. Pangkat Ali

      Pangkat Ali

      18 Oktober, 2017

      Ayo dong....semangt trus mnulis......


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan