logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berkunjung Ke Desa Perian

Berkunjung Ke Desa Perian

Delapan tahun yang silam tidak dirasa. Namun semua titik bayangan yang ada di Dusun Perian masih kuat dalam ingatan. Lumpur jalan

Inovasi Desa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
19 Juli, 2018 22:58:20
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 9333 Kali

Delapan tahun yang silam tidak dirasa. Namun semua titik bayangan yang ada di Dusun Perian masih kuat dalam ingatan. Lumpur jalan yang diapit oleh pagar bambu  menjadi sambutan di saat pertama kali saya berkunjung di tempat ini. Tapi sekarang, bayangan terhadap situasi dan kondisi dusun ini telah sirna oleh waktu. Karena waktulah, pergerakan penduduk cukup berarti dalam memikirkan dusun mereka. Dusun ini telah berubah menjadi kawasan yang indah dan apit. Bahkan dusun ini pun telah menjadi sebuah desa definitif , sehingga Kecamatan Montong Betok, Kabupaten Lombok Timur memiliki 8 (delapan) desa.

Tapi ada satu hal yang tak terlupakan dusun ini di benak saya, adalah letak gegrafis. Dusun yang kini mekar menjadi sebuah desa berada di sebelah utara Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur. Seingat saya, luas wilayah dusun ini sekitar 9,75 km2. Namun menurut Yusron rekan saya, pada bagian utara sangat dekat dengan Kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Rinjani. Itulah sebabnya desa ini cukup dingin.

Sekitar 4 (empat) km, Desa Perian dapat ditemukan jika kita beranjak dari Ibu Kota Kecamatan. Bila menggunakan kendaraan sepeda motor, hanya sekitar 30 menit Desa Perian dapat ditemukan. Namun bila kita beranjak dari Kota Mataram, kita pun harus menempuh perjalanan sekitar sekitar 40 km.

Bertani adalah profesi dari sebagian besar masyarakat di Desa Perian. Terlepas sebagai buruh tani, mereka pun juga rata-rata memiliki ternak sapi.  “Dengan beternak sapi , masyarakat di sini diperhadapkan pada prospek ke depan yang bagus. Apalagi harga sapi sekarang lumayan melonjak,” ujar Yusron (27 th) yang juga selaku warga penduduk Perian.

“Di wilayah Perian memang sangat cocok untuk dikembangkan ternak sapi, apalagi untuk berbisnis. Karena wilayah di sini sangat dekat dengan Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Artinya di kawasan tersebut memiliki tanah subur dan cocok ditanami rumput buat ternak, “ lanjut Yusron.

Satu hal yang juga cukup menarik di Di Perian adalah industri rumah tangga. Di desa ini terdapat usaha industri rumah tangga berupa pembuatan keripik pisang yang dilakukan secara kelompok dan perorangan. Kelompok IRT ini terdiri dari 4-5 orang, dan juga ada yang beranggotakan 3 hingga 4 orang. Namun menurut Fikri (30 th), “IRT berupa pisang kripik dulunya cukup berkembang, tapi persoalan modal yang berkurang untuk membeli bahan baku berupa pisang, akhirnya sebagian warga yang pernah aktif mengundurkan diri,” ujar Fikri. Setelah dijejaki ternyata kelompok-kelompok pengusaha IRT yang masih bertahan adalah kelompok binaan dari BUMDes yang ada di Perian.

Yusron lanjut Bicara, “Peran BUMDes di Desa Perian sangat membantu masyarakat, khususnya pelaku-pelaku bisnis usaha mikro atau pun usaha lainnya seperti peternak Itik dan unggas yang berskala kecil. Selain itu, Fikri mengatakan, “Dengan beternak sapi sebenarnya merupakan tabungan keluarga. Walaupun rata-rata peternak di desa ini hanya sebatas memelihara sapi orang lain, maksudnya orang lain yang punya sapi dengan sitem bagi hasil. Tapi lumayan keuntungannya.”

 

Baca Juga :


Dalam hal ternak sapi, yang mana bila kita menjelajah di perkampungan Perian, beberapa kali kita dipertemukan kandang kolektif untuk sapi. Menurut dari beberapa peternak sapi bahwa pakan ternak terdiri dari jenis rumput gajah yang telah dibudidayakan. Dan ternyata, tak jarang dari mereka yang menanam rumput gajah di sekitar pinggir sungai, pematang sawah, atau di pinggir jalan, serta di kebun atau hutan.

Kotoran Sapi yang ada di Desa Perian tidak disia-siakan. Warga setempat memanfaatkan kotoran tersebut sebagai pupuk organik. Demikian juga dengan kotoran ternak lain seperti kotoran ayam atau itik menjadi pupuk untuk tanaman.

Perikanan juga merupakan potensi andalan di Desa Perian. Mengingat desa ini sangat dekat dengan hutan dan memiliki sumber mata air yang cukup banyak. Namun realitanya, masyarakat yang ada di desa ini kebanyakan hanya menyewakan lahan dan tempat. Sementara pelaku budidaya ikan tawar di desa ini berasal dari luar.

Inilah kondisi kehidupan masyarakat Dusun Perian setelah 8 (delapan) tahun lamanya tak pernah berkunjung. Dusun yang dulunya masih sangat tertinggal, namun kini telah mengalami perubahan. Bukan hanya karena telah menjadi sebuah desa, namun dari aspek sosial dan ekonomi, pergerakan masyarakatnya pun tanggap dalam mengahadapi tantangan zaman. []



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan