logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dosen Bahasa Inggris IKIP Mataram Sukses Terapkan Program Hibah

Dosen Bahasa Inggris IKIP Mataram Sukses Terapkan Program Hibah

Program Hibah yang didanai oleh Kemristek Dikti yang diterpakan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Mataram di Desa Sukarara,

Inovasi Desa

Muhammad Sahrain
Oleh Muhammad Sahrain
18 September, 2018 19:41:57
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 2499 Kali

Program Hibah yang didanai oleh Kemristek Dikti yang diterpakan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris IKIP Mataram di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB berlangsung sukses. Program tersebut menghabiskan waktu dua bulan dari Agustus sampai September. Kemudian melibatkan mahasiswa sebagai pendukung jalannya program. Tim pelaksana program berhasil menjalankan beberapa kegiatan, di antaranya publikasi ilmiah pada jurnal/prosiding, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, peningkatan pendapatan dan partisipasi masyarakat, dan menulis buku ajar bahasa Inggris berbasis Guided Selling Experience.

Ketua Pelaksana Program Taufik Suadiyatno, M.Pd menyatakan, program diberi nama Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM). Hal ini sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam perlaksaannya diwujudkan dengan membekali pengrajin dan pedagang kain tenun dengan keterampilan berbahasa Inggris. Program ini dipandang penting oleh pelaksana program agar mampu memasarkan produk mereka kepada wisatawan asing secara praktis dan efisien. “Ini menurut kami solusi alternatif agar pengrajin dan pedagang kain tenun tidak lagi bergantung kepada orang lain untuk memasarkan produk mereka. Kemudian kami menerapkan pelatihan bahasa Inggris melalui Guided Selling Experience dengan pengelompokan berdasarkan kemampuan dasar berbahasa Inggris dan usia selama dua bulan,” kata Taufik.

Ditanyai terkait memilih Sukarara sebagai desa pengabdian, Taufik menyatakan, Sukarara adalah salah satu desa wisata di pulau Lombok yang berada di Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, NTB. Sejak tahun 1990an, Sukarara sudah menjadi sentra industri kain tenun di pulau Lombok, sekitar 40% dari total jumlah penduduknya berprofesi sebagai pengrajin dan pedagang kain tenun. Kain tenun berkualitas export banyak diproduksi oleh para pengrajin di desa tersebut, hal ini berperan penting dalam menunjang peningkatan perekonomian masyarakat setempat. “Wisatawan asing menjadi sasaran utama bagi para pengrajin dan pedagang dalam memasarkan produk kain tenun mereka dalam skala global, namun sangat disayangkan jika kondisi ini tidak didukung oleh kemampuan berbahasa Inggris yang baik,” beber Dosen Bahasa Inggris FPBS IKIP Mataram ini.

Sementara anggota tim program, Dedi Sumarsono, M.Pd yang juga Dosen Bahasa Inggris FPBS IKIP Mataram, menilai program terlaksana disebabkan manajemen yang baik sehingga tidak terjadi ‘kemacetan’ komunikasi dalam pemasaran produk. Dalam pelaksaannya tim pelaksana program membagi tiga kelompok pengrajin dan pedagang tenun dari dusun yang berbeda, tiap kelompok diatur dan diisi 10 orang. Setiap peserta dibimbing oleh seorang instruktur mahasiswa KKN. “Untuk menunjang jalannya program, peserta dan instruktur dibekali dengan buku panduan berisi percakapan praktis bidang pemasaran produk beserta pengetahuan umum mengenai kain tenun dalam bahasa Inggris,” ujar Dedi.

 

Baca Juga :


Dedi berharap dengan diterapkan program ini, masyarakat sebagai pelaku pariwitasa dapat melanjutkan dengan mandiri setelah dibekali ilmu bahasa Inggris lapangan. “Kami berharap manajemen konsep pemasaran maupun aplikatif dapat dilanjutkan secara mandiri dan produktif. Kemudian menjadi jalan alternatif agar pengrajin dan pedagang kain tenun ini tidak bergantung pada orang lain,” harap Dedi. (#MS)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan