logoblog

Cari

Tutup Iklan

Dosen IKIP Mataram Berdayakan Masyarakat Kawasan Wisata Sugian

Dosen IKIP Mataram Berdayakan Masyarakat Kawasan Wisata Sugian

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai  Kemristek Dikti berhasil diterapkan oleh Dosen IKIP Mataram di Desa Sugian pada bulan Maret sampai

Inovasi Desa

Muhammad Sahrain
Oleh Muhammad Sahrain
25 September, 2018 20:03:59
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 1989 Kali

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai  Kemristek Dikti berhasil diterapkan oleh Dosen IKIP Mataram di Desa Sugian pada bulan Maret sampai Oktober 2018. Program tersebut bertujuan untuk memberdayakan masyarakat di kawasan wisata Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.  Sekitar 30 peserta dihimpun dan berhasil membangkitkan semangat sebagai pelaku pariwisata  dan sadar akan potensi daerahnya. Program ini juga melibatkan Kapten Bout, peserta dari sekolah menengah, dan pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis, lima diantaranya berhasil melanjutkan studi ke jenjang Perguruan Tinggi.

Ketua Tim Fathurrahman Imran, M.Pd mengatakan,  tujuan dari program ini untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris pemuda lulusan sekolah menengah dan Kapten Bout di Desa Sugian melalui pelatihan Bahasa Inggris Pariwisata. "Mereka dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan wisatawan mancanegara, dan memberikan peluang para pemuda untuk bekerja sebagai pemandu lokal (local guide) melalui pelatihan teknik kepemanduan yang berorientasi pada pelayanan prima", kata Dosen yang akrab dengan Imran.

Imran melanjutkan, dalam menerapkan PKM ini diperlukan metode agar berjalan dengan baik, dimana prosesnya menjalankan empat tahapan yakni tahapan  perencanaan dan koordinasi yang terdiri dari tiga kegiatan utama, seperti penyusunan program pelatihan Bahasa Inggris dan teknik kepemanduan. Kemudian sosialisasi pelaksanaan kegiatan pelatihan kepada pemuda lulusan Sekolah Menengah dan Kapten Bout, dan  berkoordinasi dengan Kepala Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda serta aparat pemerintahan dalam rangka mensukseskan program pelatihan Bahasa Inggris dan kepemanduan. Tahapan kedua adalah tahapan tindakan yang terdiri dari penyelenggaraan Program Pelatihan Bahasa Inggris Teknik kepemanduan (Guiding Technique). Tahapan Ketiga pendampingan. "Pendampingan aspek kebahasaan dalam interaksi mereka dengan para wisatawan mancanegara, kemudian kami mendampingi mereka dalam memandu para wisatawan seperti menjelaskan potensi dan atraksi wisata yang terdapat di Desa Sugian. Tahapan terakhir kami melakuian refleksi dan evaluasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitasi perencanaan, pelatihan, penyuluhan dan pendampingan dengan mempelajari kelemahan dan kelebihan", tutur Imran.

Sementara Anggota Tim Taufik Suadiyatno, M.Pd menambahkan bahwa lokasi Desa Sugian adalah salah satu tujuan wisata yang berada di Lombok Timur dikunjungi oleh Wisatawan Domestik dan Mancanegara. Desa ini menjadi salah salah satu tujuan wisata yang menarik karena masuk dalam kawasan Geowisata dengan keindahan bawah laut yang masih natural seperti yang terdapat di Gili Sulat. "Daerah ini juga mempunyai potensi wisata alam berupa pantai pasir putih, ekosistem terumbu karang dan mangrove. Desa Sugian termasuk daerah terpencil (remote area) yang terletak di ujung kabupaten Lombok Timur dengan jarak tempuh 103 km dari jantung Kota Mataram", ungkap Dosen sekaligus Pemandu Wisata ini.

 

Baca Juga :


Ia melanjutkan, selama tujuh bulan berlangsung banyak manfaat yang telah dicapai, diantaranya adanya peningkatan daya saing,   penerapan IPTEK di masyarakat juga meningkat, dan  perbaikan tata nilai masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan. "Capaian lain yang kami lakukan seperti publikasi ilmiah pada Jurnal Nasional ber-ISSN dan Buku ajar ber ISBN masih dalam tahap proses penyelesaian", kata Taufik.

Melalui kegiatan ini tim pelaksana berharap bahwa kegiatan itu sebagai dasar bagi masyarakat memahami potensi di daerahnya. Sehingga pada akhirnya menciptakan sumber daya yang mampu bersaing dan mandiri. "Kami juga akan tetap meninjau, berkelanjutan, dan berharap masyarakat sendiri yang memetik hasilnya untuk kemaslahatan ekonomi di Desa itu", harap Taufik.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan