logoblog

Cari

Kampung Nelayan Desa Soro Kecamatan Kempo Dompu

Kampung Nelayan Desa Soro Kecamatan Kempo Dompu

Foto  penulis: Pardiansyah  Terletak di salah satu wilayah Indonesia bagian tengah, tepatnya di Kabupaten Dompu Kecamatan Kempo. Satu Desa dipinggir

Inovasi Desa

Ahyansyah
Oleh Ahyansyah
02 Februari, 2019 12:51:48
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 5576 Kali

Foto  penulis: Pardiansyah 

Terletak di salah satu wilayah Indonesia bagian tengah, tepatnya di Kabupaten Dompu Kecamatan Kempo. Satu Desa dipinggir Laut, di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Desa soro.

Desa ini merupakan salah satu Wilayah Pesisir yang cukup aktif karena sejalan dengan daerahnya, masyarakatnya rata-rata berprofesi sebagai nelayan harian. Mulai dari yang menjadi nelayan dengan peralatan tangkap dan transportasi tangkap sendiri, hingga yang hanya menjadi buruh atau pekerja. 

Pemandangan yang selalu memanjakan mata setiap pagi yaitu keramaian dari aktifitas para nelayan yang pulang dari tempat mengais rezeki bersama yaitu, laut. 
Setiap hari para ibu-ibu yang mempunyai suami sebagai nelayan membawa ikan hasil tangkapannya ke pasar. Para nelayan umumnya menggunakan boat untuk pergi menangkap ikan,

Berbagai cara dilakukan oleh para nelayan untuk memperoleh tangkapan atau untuk mendapatkan ikan. Mulai dari menggunakan jala,memancing dengan kail pancing seadanya, hingga denan cara menyelam. ,dari laut lah mereka dapat menghidupi anak istri mereka.

Tak jarang, ketika musim ikan kualitas Bermutu seperti ikan kerapu,ikan kakap,mereka mampu menghasilkan hingga nominal 1 juta perharinya.
Bukan hanya ikan besar dan ikan hasil memancing,namun juga ikan hasil jala,jika jenis ikan itu langka di pasar, per-embernya (biasanya dijual menggunakan ember bak ukuran diameter 50-60 cm) bisa 500-600 ribu. yang didapat nelayan bukan hanya 1 ember, biasanya kalau sedang musim, mereka mampu mendapat 6-7 ember dalam sehari.

 

Baca Juga :


Namun, tak selalu mulus, pekerjaan dan profesi sebagai nelayan kadangkala juga banyak tantangannya, salah satu contohnya ketika memasuki musim angin kencang dan badai disertai gelombang laut yang tinggi, biasanya masyarakat sekitar mengenal musim tersebut dengan musim angin Barat. Musim Barat mengakibatkan para nelayan kebanyakan terpaksa tidak melaut hingga keadaan cuaca kembali tenang dan dirasa aman untuk kembali berjibaku dengan tangkapan ikan. Bahkan, bisa sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan oleh sebab itu mereka harus pandai menabung ketika sebelum musim itu tiba dan pandai berhemat ketika musim itu tiba.

Tiap bertepatan sebelum dan sedang berlangsungnya angin barat(angin kencang),gelombang tinggi,dan badai,para nelayan memperbaiki boat dan memperkuat boat mereka agar bisa menerjang ombak dan angin untuk pergi mencari ubur² karena sebelum dan ketika berlangsungnya musim angin tadi,juga tiba musim ubur-ubur,para nelayan yg mempunyai boat memperkuat,dan mempersiapkan alat yg dibutuhkan. Untuk mendapatkan ubur² butuh 6-7 orang dalam satu Boat.masing2 memiliki tugas dan posisi, 1 orang biasanya menjadi  mengemudi boat, dan sisanya sekitar 5-6 orang ainnya menangkap ubur², jika ikan jala dihitung per-embernya,ubur² dihitung per-keranjang.

Paling tinggi 100.000 per-keranjang
Dan paling renda bisa sampai 25.000 per-keranjang. Namun yg didapat bukan sedikit, Para nelayan mampu mendapatkan kurang lebih 30-150 keranjang tiap harinya,ketika mendapatkan uang hasil menangkap ubur² uangnya di bagi sama rata kecuali si pemilik boat,mereka mendapatkan 3× dari upah Buruh nelayan (pengikut/pegawai), misalnya para buruh 100.000, makka pemilik boat memperoleh 300.000 karena boat dan mesin juga mendapat bagian untuk jaga-jaga jika sewaktu-waktu peralatan dan mesin mengalami kerusakan maka kerusakan ditanggung oleh pemilik. masing² 100.000 dan diambil oleh pemiliknya Boat tersebut. 

Keunikan tersendiri yang kerapkali saya rasakan ketika tinggal di desa kecil dan penuh aktifitas keramaian akan suara teriakan para ibu-ibu, istri yang menantikan kepulangan suami mereka dari berlaut dan menunggu dengan sabar agar bisa menjual hasil tangkapan tersebut ke pasar. Jika Besar nanti, besar harapan saya untuk bisa memberi manfaat bagi kampung nelayan tercinta ini agar lebih produktif lagi sebagai kampung penghasil aneka hasil laut bahkan kalau bisa sampai go internasional.

Oleh: Pardiansyah (Siswa SMAN 1 Kempo)



 
Ahyansyah

Ahyansyah

Ahyansyah. Pemerhati Pendidikan Dasar. Asal dari Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu. Anak dari pasangan Bapak Burhanuddin ADT dan Ibu Ratnah. FB. Ahyansyah(Ahyan). IG. @Ahyansya. E-mail : Ahyansyah.iain55@gmail.com. HP. 085239186574.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan