logoblog

Cari

Kopi “Telangan Peneng”

Kopi “Telangan Peneng”

TELAPEN kependekan dari kata TELAngan PENeng dalam Bahasa Sasak artinya menghilangkan rasa pusing. Sebagian besar masyarakat Dusun Persil Desa Karang Sidemen

Inovasi Desa

KM-Berugak Dese
Oleh KM-Berugak Dese
16 Februari, 2019 17:52:35
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 731 Kali

TELAPEN kependekan dari kata TELAngan PENeng dalam Bahasa Sasak artinya menghilangkan rasa pusing. Sebagian besar masyarakat Dusun Persil Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah memiliki keyakinan bahwa meminum kopi dapat menghilangkan rasa sakit kepala yang disebabkan karena terlalu capai beraktifitas atau pusing akibat perjalan jauh. Produksi kopi bubuk tersebut tersedia dalam tiga parian rasa, kopi original/asli, kopi jahe dan kopi beras yang dikemas dalam bentuk saset dan kaleng.

Kebiasaan ngopi atau minun kopi sebagian masyarakat sasak sangat tinggi ini dibuktikan dengan tersedianya kopi bubuk (hitam) hampir disetiap rumah. Setiap kita bertamu pasti disuguhkan paling tidak secangkir kopi dan tuan rumah akan merasa tersinggung bila kopi yang disuguhkan tidak diminum.

Dari kebiasaan tersebut, beberapa wilayah (Desa) penghasil kopi mencoba untuk meningkatkan nilai ekonomis dari hasil perkebunan mereka dengan mencontoh produksi daerah lain. Tidak terkecuali petani kopi dusun persil desa karang sidemen yang berada sangat dekat dengan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani sebagai salah satu penghasil kopi Robusta di Lombok Tengah. Kelompok Wanita Tani (KWT) Kaki Rinjani beberapa kali mencoba mengembangkan usaha tersebut namun kurang berhasil karena belum kuatnya dalam pengorganisasian kelompok.

 

Baca Juga :


Berugak Dese atas dukungan WN mencoba menggali kendala yang dihadapi kelompok tersebut. sebelum dilakukannya penguatan kapasitas baik terhadap anggota kelompok maupun sistim pengorganisasiannya. Dalam beberapa kali pertemuan mulai tertanam arti penting mengapa harus memperkuat kelompok, apa saja kegiatan bermanfaat yang dapat menunjang perekonomian rumah tangga, bagimana bisa berkomunikasi dengan pihak pengambil kebijakan dan bagaimana membangun hubungan kerja dengan pihak luar, sehingga mereka sukses seperti saat ini.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan