logoblog

Cari

Menghidupkan Kembali Marwah Gerabah Desa Penujak

Menghidupkan Kembali Marwah Gerabah Desa Penujak

Desa dan desa, kini sedang menjadi viral di social media, menjadi contoh untuk setiap tiap desa lain untuk untuk lebih membanggakan

Inovasi Desa

Firman PurnaWirawan
Oleh Firman PurnaWirawan
18 Februari, 2019 13:51:31
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 5338 Kali

Desa dan desa, kini sedang menjadi viral di sosial media, menjadi contoh untuk setiap tiap desa lain untuk untuk lebih membanggakan desa masing masing, bahkan saling berlomba lomba untuk mengangkat derajat Desanya sendiri dengan cara melakukan hal yang  fositif untuk Desa, baik dengan cara menjadikan desanya sebagai desa wisata, kemudian memperkanalkan desanya dengan acara besar ataupun tradisi tahunan, dan yang lainnya supaya desanya dikenal oleh masyarakat dari desa lain. 

Salah satunya juga adalah Desa penujak yang kini mulai mengangkat sebuah marwah kerajinan gerabah.  Kita tahu bahwa gerabah merupakan tembikar kuno yang dibuat oleh manusia dari tanah liat yang dicampur pasir kemudian dibakar hingga terlihat bagus untuk dihias kembali ataupun di berikan warna yang lebih cantik, untuk diperlihatkan kepada orang banyak termasuk juga konsumen atau pembeli.

Tanggal 9 februari 2019 kemarin Desa penujak sukses menggelar launching Reborn Desa Wisata Penujak. Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur NTB Dr Zulkifliemansyah dan perwakilan dari Badan Ekonomi Kreatif RI dan Kementrian Perindustrian RI. 

Acara reborn ini juga dapat terlaksana oleh para anggota IMP (Ikatan Mahasiswa Penujak). “Desa penujak merupakan Desa penghasil gerabah yang tertua di pulau lombok. Dan dari sinilah kerajinan gerabah menyebar ke penjuru pulau Lombok. Bagi masyarakat desa Penujak, gerabah sendiri memiliki keterkaitan budaya serta nilai filosofi tertentu”, ujar Ardi pada saat duduk santai di Alun Alun Tastura.

Ardi yang sebagai bendahara IMP juga menjelaskan bahwa gerabah inihilang  karena dulu setelah terjadinya bom bali tahun 2002, dan dari sanalah Gerabah di Desa penujak ini kehilangan marwahnya dan kemasukan atau pengeluarannya. Karena sebelum terjadinya pengeboman bali dulu penghasilan dari gerabah ini memang luar biasa, bahkan katanya gerabah ini dikirim per truk-truk ke luar negeri. 

Dari tragedi bom bali, gerabah desa penujak berkurang, pengrajinpun masih ada yang buat namun karena jarang ada yang memesan, pengrajin pun mulai males untuk membuatnya kmbali. Dan untungnya masyarakat punya inisiatif untuk menghidupkan kembali desa wisata gerabah ini dan dibantu oleh IMP juga. 

 

Baca Juga :


Dan juga Desa desa sekarang sedang maraknya desa-desa  wisata yang sedang dibuat dari nol bahkan ada juga yang sedang menghidupkan atau mengembangkan desa wisata  tersebut karena ada kecemburuan social dari desa lain, maka dari itu masyarakat berniat untuk menjadikan desanya sebagai desa wisata.

Desa penujak ini kenapa ingin mereborn atau menghidupakan kembali, karena memang sudah memiliki dasar sebagai desa gerabah penujak, kita tahu juga gerabah desa penujak ini adalah desa wisata gerabah tertua tapi kemarin mati suri, dan sekarang akan di hidupkan kembali marwah itu dan Alhamdulillah mendapat support dari bupati, dinas pariwisata Lombok tengah maupun provinsi. Karena pemerintah Lombok tengah juga tahu bahwa desa penujak ini penghasil gerabah yang luar biasa. 

Gerabah ini juga merupakan penghasilan dari masyarakat agar perekonomian masyarakat juga lebih meningkat lagi untuk kedepannya. Jadi mari kita dukung Desa wisata gerabah ini agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat dalam negeri ataupun luar negeri. 

 



 
Firman PurnaWirawan

Firman PurnaWirawan

Nama saya Firman Purnawirawan. Saya kuliah di IAIN MATARAM dan masuk organisasi para sahabat yaitu PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia). Saya anak ke dua dari tiga bersaudara.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan