logoblog

Cari

Perempuan Sasak Di Lahan Pertanian

Perempuan Sasak Di Lahan Pertanian

Matahari pagi mulai menyinsing. Udara sejuk menyebar di wilayah Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Deretan petani perempuan desa beraksi

Inovasi Desa

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
09 April, 2019 21:08:53
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 3587 Kali

Matahari pagi mulai menyinsing. Udara sejuk menyebar di wilayah Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Lombok Barat. Deretan petani perempuan desa beraksi di sepanjang area persawahan dengan mengikuti aturan sistem penanaman. Gerakan mundur yang seirama menjadi peamadangan menarik. Mereka tampak bersemangat menancapkan helaian demi helaian bibit unggul padi di area persawahan yang siap tanam. Inilah salah satu gambaran perempuan sasak di Lombok yang semenjak dulu banyak berperan di lahan pertanian.

Peran perempuan sasak Lombok dalam pengelolaan lahan pertanian tak pernah terabaikan. Dalam keseharian mereka, perempuan petani desa sangat berarti dalam menghidupkan lahan pertanian. Mereka tak mau tahu bahwa apakah dengan bertani merupakan pekerjaan kasar atau fisik yang semestinya hanya dikerja oleh kaum pria. Mereka tetap mempertahankan kebiasaan ini yang telah diwarisi secara bergenerasi.

Mengenai peran perempuan sasak desa yang aktif menjalankan profesinya sebagai petani, Zainuddin (27 th) salah satu toko pemuda asal Gerung Lombok Barat mengatakan, “Perempuan sasak di Lombok, khususnya di Desa  Gerung Utara, sejak dulu bekerja keras di sawah. Jadi mereka tidak perlu berpikir kalau bersawah itu hanya dilakukan oleh kaum laki-laki karena memang sudah terjadi secara turun-temurun,”ujarnya.

“Bekerja di sawah udah biasa. Dari nenek perempuan saya juga bersawah, ibu saya, bahkan rata-rata di kampung ini banyak bekerja tani, apalagi kalau musim tanam rata-rata perempuan yang nanam” ujar Nurul Hikmah (40 th) yang kesehariannya banyak bergelut dengan lahan pertanian di kampungnya,yaitu di Desa Gerung Utara.

Peran petani perempuan desa, seperti di Desa Gerung Utara , Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat juga tidak terlepas dalam proses persiapkan lahan, musim tanam dan saat perawatan tanaman. Terlebih pada saat memasuki musim panen, peran perempuan desa sangat berarti, sehingga tidaklah mengherankan jikalau seorang petani perempuan desa lebih banyak menghabiskan waktu dalam urusan lahan pertanian.

Keuletan petani perempuan desa di lahan pertanian, seperti di Desa Gerung Utara Lombok Barat  sangat tampak ketika musim  tanam tiba. Musim tanam  biasanya berlangsung pada musim hujan, yang mana iring - iringan petani perempuan desa yang hendak bekerja di area persawahan dapat disaksikan di sepanjang pematang sawah setiap pagi hari hingga menjelang matahari tenggelam.

Demikian juga dengan melihat keseharian perempuan sasak di sawah, yang banyak bergelut dengan lumpur, mandi keringat, tersengat oleh terik matahari, bahkan merelakan tubuhnya basah kuyup oleh hujan demi untuk menjaga dan merawat tumbuhan padi yang telah ditanamnya, kesemuanya ini dilakukan demi untuk bertahan hidup dan mempertahankan desa mereka sebagai penghasil pangan yang sukses.

Dalam meraih kesuksesan di lahan pertanian, petani perempuan Desa Gerung Utara, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat tidak terlepas dari kedisiplinan waktu. “ Agar hasil sawah berhasil atau sukses, saya cepat bangun sebelum sholat subuh. Setelah mengurus rumah tangga, kemudian pada waktu pagi langsung ke sawah. Dan nanti sore pulang,” ujar seorang petani perempuan dari Desa Gerung Utara yang mengaku bernama Inaq Nurlela.

 

Baca Juga :


Namun menurut Zainuddin bahwa para petani yang ada di Desa Gerung Utara, yang mana kebiasaan bangun sebelum sholat subuh telah menjadi bagian dari pola hidup mereka. “Pada masyarakat Desa Gerung Utara memang juga menjadi kebiasaan bahwa selain harus bangun sebelum sholat subuh, kerajinan, dan ketekunan di sawah yang menjadikan diri mereka selalu sukses di bidang pertanian,” ujar Zainuddin yang juga bertutur bahwa keuletan dan ketekunn kaum perempuan desa di lahan pertanian sangat luar biasa. “Mereka juga juga memiliki sifat kebersamaan yang sangat tinggi, dan juga solidaritas yang masih sangat kental,” ujarnya.

Selain itu, sebagai ibu rumah tangga, petani perempuan desa tentu disibukkan oleh urusan rumah tangga. Mereka pun juga aktif dalam urusan domestik sehingga tidaklah mengherankan jikalau perempuan desa kerap menanggung beban hidup yang cukup besar.

 

 

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan