logoblog

Cari

Desa Sesaot Wakili Lombok Barat Berlomba di Ajang ISTA 2019

Desa Sesaot Wakili Lombok Barat Berlomba di Ajang ISTA 2019

Giri Menang, KM. Kawasan Wisata “Sekawan Sejati” yang terdiri dari Desa Sesaot, Desa Pakuan, dan Desa Buwun Sejati di Kecamatan Narmada-Kabupaten

Inovasi Desa

Pangkat Ali
Oleh Pangkat Ali
27 Juli, 2019 20:26:19
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 1139 Kali

Giri Menang, KM. Kawasan Wisata “Sekawan Sejati” yang terdiri dari Desa Sesaot, Desa Pakuan, dan Desa Buwun Sejati di Kecamatan Narmada-Kabupaten Lombok Barat, dikenal dengan keindahan alamnya. Melihat potensi itu, Kementerian Pariwisata RI, sudah menetapkan kawasan ini sebagai kawasan Sustainable Tourism Observatory (STO). Ini merupakan program pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan milik Kementerian Pariwisata sejak 2016 silam.

Kawasan wisata “Sejawan Sejati ini, masuk dalam nominasi ajang Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) tahun 2019. ISTA merupakan penghargaan bergengsi dari Kementerian Pariwisata untuk destinasi yang telah menerapkan sistem pariwisata berkelanjutan. Ajang ini terbuka untuk seluruh pengelola destinasi pariwisata, baik pengelola kawasan, agen travel, penyedia jasa, yayasan, maupun masyarakat lokal.

Bupati Lombok Barat melalui Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, H.M.Ilham menyatakan, kabupaten Lombok Barat, terus berupaya dalam mengembangkan pembangunan sektor pariwisata. Karena kata Ilham, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar, berasal dari sektor pariwisata.

“Bencana gempa tahun lalu, sangat berdampak pada sektor paiwisata di Lombok Barat, terutama di wilayah Senggigi yang merupakan penyumbang PAD terbesar di sector pariwisata,” papar Ilham saat menerima tim penilai dari ISTA di Obyek Wisata Sesaot – Narmada, Jum'at (26/07/2019).

Terkait dengan pengembangan destinasi wisata, Pemkab Lombok Barat berharap, agar sebanyak mungkin desa wisata di Lombok Barat dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Lombok Barat.

"Kalau kita terus mengharapkan Senggigi sebagai penyumbang PAD, maka kita akan tertinggal jauh, karena sebentar lagi kawasan KEK Mandalika. Untuk itu kita harus memperluas destinasi wisata kita," pinta Ilham.

Dikatakan, secara regulasi, tahun 2018 dan 2019, Lombok Barat, sudah ada sekitar 31 desa yang diterbitkan Surat Keputusan Bupati menjadi desa wisata. Dan tahun 2020 mendatang, diharapkan akan tumbuh dan berkembang menjadi 50 desa wisata. Kawasan wisata Sekawan Sejati, adalah tiga diantara 31 desa wisata itu.

Sementara itu, Kepala Desa Sesaot, Yuni Hariseni memaparkan proses pembenahan kawasan wisata Sesaot. Diakuinya, dulu obyek wisata Sesaot sebelumnya sangat tidak terawat, kumuh dan pengunjung tidak nyaman dengan kondisi sampah yang berserakkan.

"Sekarang Alhamdulillah, di tempat ini sudah bisa kita rasakan, bagaimana keindahan, kesejukan, keasriannya dan bisa memperkerjakan 130 pemuda pelaku wisata di desa Sesaot ini," paparnya.

 

Baca Juga :


"Desa Sesaot jumlah penduduknya 5.876 jiwa dan jumlah KK 10.874 jiwa. Terdiri dari enam dusun. Tiap dusun rata-rata memiliki potensi wisata yang dikelola," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Juri ISTA 2019, Prof. Yatna Supriatna menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Kabupaten Lombok Barat yang sudah menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai STO.

Kata Yatna, dari 300 lebih usulan yang diterima, telah melalui proses penggodokan yang betul betul analisis, maka ada 37 yang masuk dalam nominasi. Salah satunya adalah Desa Sesaot di Kecamatan narmada-Lombok Barat.

Dijelaskan Yatna, ISTA ini bukan sebuah ajang penilaian atau ajang kompetisi, tapi sebenarnya, lebih banyak kepada mengembangkan pariwisata secara bersama-sama di seluruh Indonesia.

ISTA sendiri lanjutnya, dilaksanakan bukan sebagai kompetisi untuk membandingkan antar destinasi, daya tarik wisatawan atau bisnis pariwisata, akan tetapi untuk memotivasi destinasi lainnya, agar dapat meningkatkan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Selain itu, ajang ISTA ini juga dibuat untuk membangun dan meningkatkan kesadaran masyarakat dan pelaku pariwisata tentang kegiatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan. Selain itu, memberikan apresiasi kepada destinasi-destinasi yang telah menerapkan prinsip Pariwisata berkelanjutan.



 
Pangkat Ali

Pangkat Ali

Save Our Gumi Paer...LOMBOK Lalu Pangkat Ali, kesehariannya sebagai ASN -Pejabat Fungsional Pranata Humas Permkab.Lobar. Tinggal di Desa Kopang-Lombok Tengah. CP & WA: 081907941070. Fb: Fotografer Kopang & Eliza Agniya

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan