logoblog

Cari

Inovasi Desa Memacu Pembangunan Berkualitas

Inovasi Desa Memacu Pembangunan Berkualitas

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa PDTT RI M. Fachri, S.STP, M.Si, mengapresiasi Provinsi NTB yang telah melahirkan 450 Inovasi

Inovasi Desa

Rintam Sanghiyang
Oleh Rintam Sanghiyang
03 Desember, 2019 15:29:35
Inovasi Desa
Komentar: 0
Dibaca: 476 Kali

Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kementerian Desa PDTT RI M. Fachri, S.STP, M.Si, mengapresiasi Provinsi NTB yang telah melahirkan 450 Inovasi Desa. Program Inovasi Desa yang digulirkan Kementerian Desa PDTT RI mulai akhir tahun 2017, dapat memotivasi desa untuk terus berinovasi dalam bidang infrastruktur, kewirausahaan maupun pengembangan sumberdaya manusia.

“Kepala Desa beserta jajarannya harus terus berinovasi guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Saya berharap ada  kecamatan di NTB yang salah satu  desanya memiliki ciri khusus seperti Desa Ramah Anak ataupun Desa Ramah Lansia, dimana seluruh kebutuhan yang diperlukan untuk anak-anak maupun lansia tersedia di desa tersebut,” harap Fachri.

Direktur PMD ini juga menjelaskan tentang Indek Desa Membangun (IDM) yang diinisiasi Kementerian Desa PDTT RI. Data IDM sudah banyak digunakan oleh Kemneterian, Lembaga maupun Pemerintah Provinsi dalam merancang program dan kegiatan.

Sehingga menurutnya, semestinya data IDM yang valid dan update menjadi acuan Pemerintah mulai dari Pusat hingga Desa dalam merencanakan pembangunan. “ Jangan sampai kita melaksanakan program dan kegiatan yang tidak ada basis datanya,” diingatkan oleh pria low profil ini.

Dalam Rakor yang dihadiri 95 peserta dari unsur Bappeda dan Dinas PMD Kabupaten, Tenaga Pendamping Profesional, Dinas PMPD Dukcapil Provinsi  serta Perwakilan Kepala Desa ini, Direktur PMD juga menyinggung tentang Dana Desa yang jumlahnya dari tahun ke tahun terus bertambah.

Sebelum itu, Kabid Pemdes/Kel pada DPMPD Dukcapil Provonsi NTB Hendra Saputra, S.STP, Menjelaskan ada 543 orang Tenaga Pendamping Profesional untuk mengawal pengelolaan Dana Desa mulai dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dalam pengelolaan Tenaga Pendamping Profesional tersebut, DPMPD DUKCAPIL Provinsi  NTB mendapatkan dana dekonsentrasi pada tahun 2019 sebesar Rp. 34.253.044.000,- dengan realisasi sampai dengan akhir November sebesar 87,46%. “ Insya Allah pada akhir tahun anggaran nanti realisasinya bisa mencapai 97%”, janji Hendra Rakor P3MD Provinsi NTB Tahap II , Senin, 28/10/2019, di Hotel Lombok Raya Mataram.

 

Baca Juga :


Terkait dengan Program Inovasi Desa yang akan berakhir tahun ini, Hendra Saputra, S.STP juga menjelaskan bahwa jumlah inovasi yang ditampilkan dalam Bursa Inovasi Desa tahun 2018 sebanyak 450 inovasi.

Sebanyak 450 inovasi itu,  sudah direplikasikan oleh Pemerintah Desa, yaitu : bidang insfrastruktur 632 desa; bidang kewirausahaan 369 desa; dan bidang pengembangan sumberdaya manusia sebanyak 606 desa dengan anggaran Rp. 39.880.962.000,-.

Sehingga tambahnya, hasil output lain dari Program Inovasi Desa adalah dilahirkannya Penyedia Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD) yang hingga oktober 2019 telah lahir 36 P2KTD Bidang SDM,  23 P2KTD Bidang Kewirausahaan dan 28 P2KTD Bidang Infrastruktur yang berperan memberikan layanan teknis secara lebih berkualitas kepada Pemerintah Desa.

Ia berharap Rakor dapat menghasilkan rekomendasi dan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL)  yang disepakati dan ditandatangani oleh perwakilan dari seluruh unsur peserta Rakor untuk percepatan realisasi pemanfaatan Dana Desa Tahap III akhir Desember. (IE)



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan