Juallah Sampah Pada Tempatnya

Inovasi desa hari ini mungkin tidak ada habisnya. Setiap desa selalu memiliki cara khusus melalui inovasi dan kreatifitas agar menjadi program unggulan. Salah satunya adalah Desa Dasan Lekong Kecamatan Sukamulia Lombok Timur. Desa ini membuat terobosan baru dalam upaya mendukung program zero waste yang  digaungkan pemprov NTB melalui ide Kepala Desanya Lalu.M. Rajabul Akbar. Desa ini berhasil mencetuskan gagasan baru yakni "Sampahmu Kuotamu". Istilah ini terdengar tak biasa tapi tidak untuk warga desa. Sosok pemimpin yang visioner mampu mengubah paradigma berfikir kita tentang sampah . 

Berawal dari kegelisahannya tentang sampah yang dihasikan oleh masyarakat di desanya, mantan wartawan disebuah media cetak ini membuat bank sampah untuk warga di desanya khusus sampah an organik. Bank sampah ini diberi nama bank sampah "inges" dimana  memiliki makna Indah Nyaman Gemilang Bersih Sejahtera.

"Sampah  pertama yang dihasilkan warga setiap hari kita ambil dan timbang perkilonya kita bayar 3000 rupiah kemudian kita pilah dan pilih dibank sampah yang sudah tersedia di masing masing kekadusan untuk dijadikan berbagai kerajinan", jelas Miq Bang, panggilan akrabnya.

Terobosan yang menarik yakni sampah an organik ini juga bisa ditukarkan dengan voucher internet gratis selama 3 jam. Tentu sasarannya bukan emak-emak akan tetapi kaum milenial di desa tersebut. Hal ini dilakukan dengan harapan memberikan edukasi bagi kaum milenial betapa pentingnya menjaga lingkungan dari sampah.

"Untuk masalah sampah kami di Desa Dasan Lekong juga memberikan edukasi kepada kaum muda untuk lebih sadar akan masalah sampah. Kami melalui Bumdes berhasil mengajak kaum muda untuk mengumpulkan sampah kemudian dapat ditukar dengan voucher internet selama 3 jam" tutur Kades.

Untuk mendukung program ini secara berkelanjutan, baru baru ini pemerintah Dasan Lekong mengaturnya dengan membuat Peraturan Desa (perdes) tentang pengelolaan sampah selain itu dari segi financial Pemdes mengalokasikan sekitar 300 Juta rupiah yang diambil dari dana desa untuk operasional program ini setiap tahunnya. (Buang/TM)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru