Budi Daya Cacing Untuk Bahan Kosmetik


Giri Menang, KM. Siapa sangka dibalik berbagai produk kosmetik untuk kecantikan wanita, ternyata bahan bakunya adalah berasal dari cacing tanah. Sebuah kelompok warga di Dusun Batu Kantar Desa Narmada Kecamatan Narmada, mengembangkan budidaya cacing jenis Lumbricus Rubellus (LR) Dan Cacing African Night Crawlers (ANC) di pekarangan rumahnya.

"Kita budidaya cacing disini seluas kurang lebih 15 are dan sudah berjalan sekitar tiga bulan," kata Agus wirawan salah seorang peternak.

Menurut Agus, budidaya cacing cukup mudah. Bahan yang dibutuhkan untuk media tumbuh cacing pun tak terlalu rumit. Pertama, media tumbuh cacing berupa pupuk kandang dicampur tanah serta serbuk gergaji. Tentu saja, media ini harus lembab dan sejuk.

Dipaparkan Agus, setelah media siap, bibit cacing dimasukkan dengan diberi makanan dari Limbah kotoran sapi atau ayam, sampah organik yang busuk, ampas tahu dll. Setelah empat bulan, cacing sudah bisa dipanen. Untuk memanennya digunakan ayakan yang memisahkan cacing dengan tanah.

Menurut Agus, marketing hasil panen cacing, sudah dilakukan kerja sama dengan CV. Triguna Jaya untuk penjualan hasil budidaya cacing. Untuk 40 kg cacing dihargakan Rp. 3,5 juta. Target kelompok budidaya cacing inise besar 100 kg per bulan dengan pengelolaan budidaya yang benar.

Membudidayakan cacing ini tidak sulit dan perawatannya mudah, serta mendapatkan hasil yang cukup menjanjikan. Cacing Lumbricus Rubellus (LR), ternyata memiliki sejumlah manfaat, terutama di bidang kesehatan dan kecantikan.

Membudidayakan cacing turut berperan dalam penanganan masalah sampah. Karena makanan cacing berasal dari sampah. Untuk mengurangi persoalan pelik karena sampah di Kabupaten Lobar.

“Jika sampah sudah bisa ditangani melalui makanan cacing, NTB pun bisa menerapkan lingkungan bersih, sehingga NTB sukses dengan program Zero Wastenya," kata Agus.

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru