Tembok Plastik Di Gili Meno

Pemusnahan plastik dengan cara dibakar dapat berpengaruh negatif pada kesehatan. Hal ini akan terjadi karena reaksi pembakaran plastik tersebut mampu menghasilkan zat dioksi yang berbahaya pada kondisi tubuh. Olehnya itu, prinsip 3R yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (Menggunakan kembali), dan Recycle (Mendaur ulang) sangat layak untuk diterapkan dalam menangani masalah sampah plastic. Prinsip tersebut terwujud pada suatu inovasi baru yang kini banyak diterapkan oleh para partisipan sampah, dan inivasi tersebut adalah Ecobrick.


Ecobrick merupakan salah satu inovasi baru dalam mengurangi jumlah sampah yang mestinya ada. Pada inovasi ini, botol-botol plastik yang tidak dipakai lagi menjadi media. Botol-botol tersebut akan diisi penuh dengan sampah anorganik, seperti plastik. Hanya saja dalam pengisian sampah ke dalam botol tersebut  membutuhkan waktu yang cukup lama karena semua sudut-sudut atau rongga-rongga yang ada di dalam ruang botol harus terisi padat dan kuat.

Nah berbicara tujuan, sudah pasti inovasi ecobrick berperan untuk mengurangi sampah berbahan dasar plastik. Selain itu, melalui inovasi ini berarti kita telah melakukan daur ulang sampah, yaitu dengan botol-botol plastik yang sudah tidak dipakai lagi dapat dijadikan sesuatu untuk menjadi hal yang berguna bagi masyarakat.


Ada banyak contoh pemanfaatan sampah plastik dengan memanfaatkan boto-botol plastik sebagai media, yaitu seperti pembuatan sofa, meja, dan tembok atau dinding. Contoh-contoh tersebut dapat ditemukan di berbagai daerah yang ada di Indonesia. Misalnya pada pembuatan tembok dinding pembatas dari botol-botol plastik dapat ditemukan di Gili Menu, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Membuat ecobrick sangatlah muda. Cukup kita menyiapkan bekas botol-botol plastik air mineral yang sudah dikeringkan dan tidak berbau. Namun untuk ukuran botol plastik yang dperlukan tentu  bervariasi. Hal ini tergantung dari ukuran bentuk yang akan dibuat.

Alat yang dibuthkan dalam inovasi ecobrick yaitu potongan kayu yang sesuai dengan lubang atau mulut botol plastik. Fungsi dari potongan kayu ini adalah sebagai alat pembantu untuk memasukkan sampah-sampah plastik ke dalam ruang botol agar proses ecobrick benar-benar akan menghasilkan kekuatan atau kepadatan sampah di dalam ruang botol plastik.

Adapun jenis sampah yang cocok untuk dimasukkan ke dalam botol ecobrick yaitu bungkus makanan berbahan plastik, puntung rokok, tissue basah, dan sampah anorganik lainnya. Namun perlu dipahami bahwa jangan sekali-kali memasukkan jenis sampah yang akan menghasilkan bau, seperti sisa-sisa makanan, walaupun itu hanya jumlahnya kecil. Olehnya itu, setiap plastik sampah yang akan dimasukkan ke dalam botol plastik harus benar-benar kering atau tidak terdapat sisa-sisa makanan yang menempel pada bagaian dalam plastik.

Sekali lagi bahwa agar sampah yang akan dimasukkan ke dalam botol plastik harus benar-benar memadati setiap sudut-sudut atau rongga-rongga yang ada di dalam botol plastik tersebut, agar menghasilkan ecobrick yang padat dan berat. Jadi, jika botol ecobrick kurang padat, hasil karya anda nanti mudah untuk rusak ataupenyok.

Kembali pada contoh daur sampah plastik menjadi tembok pembatas di Gili Menu, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, yang proses pembuatannya membutuhkan semen. Jumlah botol dan semen yang dibutuhkan relatif, tergantung pada ukuran yang diinginkan. Namun perlu dipahami bahwa botol-botol yang telah diisi dengan sampah plastik akan dijadikan sebagai pengganti batu bata. Untuk perekat pada susunan botol-botol plastik (pengganti batu bata) tersebut adalah semen.

Agar susunan botol plastik yang terisi padat dengan sampah tampak berseni, diupayakan agar bagian bawah dari botol plastik tersebut menjadi bagian permukaan pada sisi depan. Hal ini dilakukan agar warna-warni sampah yang ada di dalam botol plastik tersebut kelihatan bervariasi nan indah di pandang mata. Selain itu, bahwa bagian bawah dari botol sampah tidak akan terbuka, berbeda dengan kepala atau penutup botol plastik, itu nantinya mudah dibuka oleh tangan-tangan jahil.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru