Optimalisasi Lahan Permukiman Warga Desa Saribaye Melalui Kegaiatan Tabulampot Dan Lorong Sayur

Tata guna lahan merupakan sebuah pemanfaatan lahan dan penataan lahan yang dilakukan sesuai dengan kondisi eksisting alam. Tata guna lahan untuk kawasan pertanian di Desa Saribaye sudah dimanfaatkan dengan sangat baik yang terlihat saat memasuki wilayah desa. Area persawahan yang terbentang begitu luas menjadikan Desa Saribaye tergolong desa yang asri dimana lahan pertanian di manfaatkan untuk memproduksi bahan pangan guna mencukupi kebutuhan pangan masyarakat dan juga berpotensi menjadi desa wisata berbasis Agroekowisata. Dengan memaksimalkan lahan pertanian untuk memproduksi bahan pangan, kegiatan yang efektif lain yang dilakukan untuk memproduksi beberapa komoditas lain yaitu antara lain dengan menanam buah-buahan disekitar pemukiman.

Dengan melihat keinginan dan kecintaan masyarakat Desa Saribaye dalam merawat dan membudidayakan tanaman sehingga diadakannya penanaman buah, akan tetapi penanaman ini tidak dilakukan di lahan pada umumnya. Tanaman buah dalam pot atau disingkat dengan Tabulampot merupakan suatu metode budidaya tanaman lahan sempit yang lebih mengoptimalkan penggunaan pot dan tanaman buah-buahan dalam pelaksanaannya. Metode ini dilakukan agar masyarakat yang memiliki kemauan atau menyukai tanaman bisa melakukan pembudidayaan buah yang diinginkan di rumah masing-masing tanpa memerlukan lahan yang luas.

Kegiatan Tabulampot yang dilakukan oleh kelompok tim pengabdian kepada masyarakat KKN UNRAM dan bekerjasama dengan program PPDM (Program Pemberdayaan Desa Mitra) ini bertujuan untuk mamanfaatkan pemukiman sebagai lahan untuk membudidayakan buah-buahan. Meskipun luas hamparan persawahan di Desa Saribaye cukup luas, akan tetapi penggunaannya untuk memproduksi bahan pangan untuk keberlanjutan pemenuhan pokok masyarakat. Selain itu juga, dengan memilih metode tabulampot ini masyarakat yang mendapatkan bibit buah akan melanjutkan proses budidaya hingga dapat berbuah dan dapat dikonsumsi. Pemilihan metode tabulampot ini juga sangat efektif dilakukan karena pemukiman warga yang padat disertai penggunaan papinblok halaman rumah. Pada metode tabulampot ini, ada dua jenis buah yang dipilih yaitu buah jeruk dan buah kelengkeng yang dengan perawatan ekst ra yang diberikan oleh masyarakat terhadap tanaman buah akan menentukan keberhasilan proses budidaya.

Langkah penanaman Tanaman buah yang ditanam dalam pot sangatlah berbeda dengan tanaman buah yang di tanam langsung di tanah baik dalam ukuran, pemupukan hingga media tanam yang digunakan. Langkah awal penanaman yaitu menyiapkan dan memilih bibit tanaman buah, keberhasilan penanaman buah di dalam pot sangat tergantung dari pemilihan bibit tanamannya. Pembibitan tabulampot dilakukan dengan cara pembelian bibit buah kelengkeng dan jeruk yang merupakan hasil pencangkokan dari tanaman induknya. Langkah kedua, penyediaan media tanam yang dimana digunakan yaitu tanah, pupuk kandang, dan sabut kelapa. Keberhasilan dari pembudidayaan tanaman buah dalam pot tergantung dari komposisi media tanam yang digunakan. Adapun komposisi media tanam yang digunakan yaitu menggunakan perbandingan 1:1:1 antara tanah, pupuk kandang dan sabut kelapa. Langkah ketiga yaitu pencampuran media tanam dengan menggunakan alat pencampur seperti cangkul, komposisi media tanam yang dicampur dapat membantu proses pertumbuhan tanaman buah jeruk dan kelengken. Langkah keempat yaitu pemindahan media tanam dan bibit tanaman buah ke dalam polyibag sebagai tempat pertumbuhan tanaman buah pengganti lahan. Pemindahan ini dilakukan agar buah yang ditanam dapat dirawat lebih lanjut dan dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat berbuah.


Gambar Kegiatan Penanaman Tanaman Bunga Dalam Pot

Selain Tabulampot, pemanfaatan pemukiman yang padat juga dilakukan penanaman sayur di lorong pemukiman warga Desa Saribaye. Pekarangan bukan hanya untuk menciptakan keindahan dan kesejukan saja, tetapi lebih pada itu. Lahan pekarangan memiliki fungsi multiguna antara lain untuk penghijauan, salah satu bentuk penyaluran hobi, timbulnya rasa bangga jika mampu memanen dan mengkonsumsi sayuran yang diitanam sendiri, diperoleh sayuran yang lebih terjamin kebersihan dan mutunya, karena penggunaan pestisida dapat dihindari psemaksimal mungkin, bartanam sayur berarti melatih seluruh anggota keluarga untuk lebih mencitai alam, dan dapat membantu perekonomian dalam rumah tangga karena hasilnya yang lebih dapat dijual. Pemanfaatan pekarangan rumah sempit dan lorong dengan sistem penanaman dengan berbagai macam sayuran merupakan kegiatan produktif masyarakat Desa Saribaye yang memiliki area pemukinan yang sempit karena diakibatkan pemanfaatan lahan yang digunakan untuk areal persawahan dengan penanaman bahan pangan sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kegiatan lorong sayur dilakukan atas antusias masyarakat untuk merawat dan membudidayakan tanaman di pemukiman tanpa harus memiliki lahan untuk melakukannya. Kegiatan ini tentu menambah nilai estetika pada pemukiman warga Desa Saribaye dimana terdapat lorong yang menjadi lokasi penanaman tanaman sayuran akan terlihat indah karena jenis sayuran yang ditanam akan menjalar ke atas bambu yang melengkung yang telah disediakan sehingga pada saat sayuran tumbuh dan berkembang, menambah keasrian pemukiman warga dan juga meningkatkan partisipasi mesyarakat dalam merawat dan membudidayakan tanaman sayuran sehingga dapat memberikan hasil untuk dikonsumsi oleh masyarakat selain itu, bila hasil panen yang banyak dapat dijual juga sehingga menambah penghasilan.