Pelatihan Kemanan Pangan Dan Pengenalan I-RTP

Produk pangan yang dikonsumsi bagi masyarakat haruslah aman dari bahan-bahan berbahaya, baik bahaya kimia, bahaya biologis, maupun bahaya fisik. Guna memberikan keamanan pangan bagi konsumen, maka diperlukan sistem pembinaan dan registrasi produk.

I-RTP adalah Produksi Industri Rumah Tangga Pangan yang harus tercantum pada produk olahan makanan yang diedarkan di masyarakat. Usaha ini dimulai dari rumah maka yang perlu dilakukan adalah mendaftarkan I-RTP (Industri Rumah Tangga Pangan) ke Dinas Kesehatan di masing-masing wilayah kabupaten atau provinsi.

Produk andalan Desa Saribaye yang bisa dibanggakan salah satunya adalah madu trigona. Sekilas terlihat sama seperti madu pada umumnya, namun ketika dicicipi baru akan terasa bedanya. Ada rasa sedikit kecut dan manis namun nikmat.

Di tempat yang tidak terlalu luas, Pak Johan membudidayakan lebah penghasil madu ini di kediamannya. Madu yang dihasilkan cukup memuaskan karena tekad dan usaha Pak Johan dalam menjalankan usahanya. Madu ini memiliki banyak khasiat mulai dari mengobati maag kronis, asam urat, diabetes hingga berbagai penyakit lainnya.

Kami dari mahasiswa KKN Unram ikut berperan untuk membuatkan kelompok untuk usaha madu trigona yang menjadi salah satu inovasi Desa Saribaye. Kami mendaftarkan kelompok usaha tersebut guna terciptanya perdagangan pangan yang jujur dan bertanggung jawab yang merupakan salah satu tujuan penting pengaturan, pembinaan dan pengawasan di bidang pangan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan produsen dan karyawan tentang pengolahan pangan, meningkatkan pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan di bidang keamanan pangan. Selain itu, bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan motivasi produsen dan karyawan tentang pentingnya pengolahan pangan yang higienis dan keselamatan konsumen, serta meningkatkan daya saing dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan I-RTP.

I-RTP memiliki tanggung jawab yang harus dipenuhi sebagai sebuah industri seperti termaktub dalam Pasal 41 ayat 1 Undang-Undang No. 7 Tahun 1996 tentang Pangan yang berbunyi,

“Badan usaha yang memproduksi pangan olahan untuk diedarkan dan atau orang perseorangan dalam badan usaha yang diberi tanggung jawab terhadap jalannya usaha tersebut bertanggung jawab atas keamanan pangan yang diproduksinya terhadap kesehatan orang lain yang mengonsumsi pangan tersebut.”

Dari penyelenggaraan kegiatan, harapan yang ingin dicapai adalah terevaluasinya industri rumah tangga pangan (I-RTP) dan peserta yang mengikuti kegiatan tersebut memperoleh Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan untuk kemudian diaudit sebagai calon penerima Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan.

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru