Pengembangan Potensi Agroekowisata Di Desa Saribaye Melalui Pemasaran Online

Di zaman sekarang ini, liburan tidak hanya tentang menikmati keindahan pantai, air terjun dan lainnya, tetapi juga digunakan untuk menambah wawasan. Desa wisata menjadi pilihan terbaik untuk menambah wawasan dalam berlibur. Namun, tidak semua wilayah dapat menjadi desa wisata. Terdapat kriteria-kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh suatu desa untuk menjadi desa wisata. 

Desa wisata sendiri merupakan komunitas atau masyarakat yang terdiri dari para penduduk suatu wilayah terbatas yang bisa saling berinteraksi secara langsung di bawah sebuah pengelolaan. Selain itu juga memiliki kepedulian serta kesadaran untuk berperan bersama sesuai keterampilan dan kemampuan masing-masing dalam memberdayakan potensi secara kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan. Terwujudnya sapta pesona sehingga tercapai peningkatan pembangunan daerah melalui kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah itu menjadi salah satu tujuan itama yang harus dicapai.

Desa wisata dibentuk untuk memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung dalam upaya meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata di suatu daerah. Hal ini diperlukan agar dapat berperan sebagai tuan rumah yang baik bagi para wisatawan yang berkunjung serta memiliki kesadaran akan peluang dan kesiapan menangkap manfaat yang dapat dikembangkan dari kegiatan pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Pengembangan sebuah desa yang memiliki potensi wisata baik dari bentangan alamnya, produk lokalnya maupun keunikan adat dan budaya di dalamnya tentu saja salah satunya didasarkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam bidang ekonomi. Pengembangan tersebut dapat melalui pendekatan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism), pariwisata berbasis eko wisata (eco-tourism) dan pariwisata berbasis komunitas (community based). 

Desa Saribaye merupakan desa yang berpotensi menjadi desa wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis eko wisata. Desa ini terletak di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dan resmi terbentuk pada tahun 2011. Meskipun desa ini dapat terbilang desa yang masih baru berdiri, potensi yang ada di dalamnya baik berupa keindahan alam, adat dan budaya yang ada, hingga produk lokalnya menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan.

Kebun Irup dan Hutan Irup menjadi destinasi wisata alam andalan yang dimiliki oleh Desa Saribaye. Kedua destinasi ini pun menjadi faktor utama yang menyebabkan Desa Saribaye menjadi desa wisata berbasis eko wisata. Destinasi wisata tersebut sangat cocok untuk dikunjungi bersama keluarga.

Tak hanya itu, budaya yang dimiliki pun sangat dipegang teguh oleh masyarakat Desa Saribaye. Tarian Kayak Sandongan misalnya, tarian ini tetap terjaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat hingga saat ini. Meskipun tarian ini tergolong tarian yang langka, masyarakat dan pemerintah setempat tetap gencar mengenalkan tarian ini ke masyarakat luas agar masyarakat mengetahui kesenian tradisional yang diwarisi oleh nenek moyang terdahulu secara turun temurun.

            Menjadi desa wisata sudah barang tentu memiliki produk lokal sendiri yang menjadi ciri khas dari desa tersebut. Ketak menjadi salah satu kerajinan yang memiliki nilai jual kepada para wisatawan. Keahlian masyarakat setempat dalam menganyam bilah bambu sehingga menjadi sebuah kerajinan yang bernama ketak tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Namun, dalam melakukan penjualan kepada wisatawan, masyarakat masih harus menunggu kedatangan wisatawan secara langsung ke desa setempat. Keterbatasan inilah menyebabkan penjualan tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan terlebih pasca gempa yang menyebabkan menurunnya angka kunjungan ke daerah desa wisata. Masyarakat belum memiliki tempat atau wadah online untuk melakukan penjualan produk lokal maupun usaha lain yang dimilikinya.


Gambar. Penyerahan Plakat Kepada Pemateri dari Kepala Desa Saribaye

Berawal dari sanalah, mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram Desa Saribaye menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Desa Wisata yang berjudul “Bersama Membangun Desa” dengan mendatangkan pemateri yaitu Supiandi, SE., M.Ec.Dev. Supiandi merupakan CEO Berugak Lombok yang namanya sudah dikenal baik dalam upaya-upayanya membangun desa wisata.

Dalam sosialisasi ini, masyarakat dikenalkan dengan pemasaran online dan bagaimana cara kerjanya. Hal ini tentu sangat berguna bagi masyarakat untuk memasarkan usaha yang dimiliki selama ini melalui sistem online. Masyarakat sangat antusias dalam menghadiri sosialisasi tersebut yang diadakan pada Selasa, 23 Juli 2019 lalu. Respon yang baik dari masyarakat menjadi faktor penting terjalinnya kerja sama yang baik antara pemateri dengan audience.

Sosialisasi yang diadakan oleh mahasiswa KKN Unram tersebut berjalan dengan lancar dan sebagaimana yang diharapkan. Supiandi pun bersedia untuk terus melakukan pendampingan kepada masyarakat Desa Saribaye terkait pemasaran online. Tentu hal ini merupakan kabar baik untuk masyarakat dalam melakukan pemulihan perekonomian pasca gempa.

Selain berdampak pada sektor perekonomian, masyarakat secara tidak langsung diajarkan untuk mengenal teknologi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat desa diajarkan untuk tidak lagi hanya sekadar menjadi masyarakat desa yang tidak mengerti teknologi, tetapi menjadi masyarakat desa yang mengikuti perkembangan zaman dan memiliki daya saing. Pemberdayaan SDM menjadi poin penting dalam mewujudkan terciptanya desa wisata selain mengedepankan potensi-potensi wisata yang ada pada daerah wisata yang bersangkutan.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru